Perjuangan mendapatkan kebahagiaan

Posted: Maret 21, 2007 in Film

Benarkah kebahagiaan dapat diperoleh semudah membalik telapak tangan?

Film the Pursuit of Happyness menceritakan kisah nyata seorang Chris Gardner (diperankan oleh Will Smith) yang berjuang dalam hidupnya untuk mencari kebahagiaan: suatu kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan anaknya yang berusia lima tahun.

 

Chris Gardner merupakan seorang salesman berbakat yang sangat kreatif dan juga seorang pekerja keras. Ia baru bertemu ayahnya ketika ia berusia 28 tahun, dan ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan sang ayah. Ia ingin terus menjadi sesosok figur ayah yang baik bagi anaknya. Chris tidak memiliki pekerjaan tetap. Suatu waktu roda kehidupan Chris berputar. Ia harus berada di posisi paling bawah. Tanpa disangka-sangka, karena tidak lagi mampu membayar, Chris dan anaknya terpaksa dikeluarkan dari apartemen yang pernah mereka huni di San Fransisco.

 

Akibat mengalami tekanan ekonomi ini, ibu dari Christopher (Jaden Christopher Syre Smith – anak kandung Will Smith sendiri), memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan suami dan anaknya. Akhirnya Chris harus hidup sebagai seorang ayah tunggal, namun ia tetap berkomitmen memberikan kasih dan pemeliharaan bagi anaknya.

 

Chris menggunakan seluruh kemampuan yang ia miliki untuk mengejar kebahagiaan. Terombang-ambing dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, Chris tetap berjuang menggunakan seluruh keahliannya dalam bidang sales. Akhirnya Chris mendapat pekerjaan dalam sebuah perusahaan jual beli saham yang paling terkemuka, tanpa mendapatkan gaji tetap. Chris hanya akan mendapatkan upah jika terjadi penjualan. Setuju dengan syarat yang ada, Chris menerima tawaran ini dan bekerja membanting tulang dengan terus mengenggam harapan untuk hari esok yang lebih baik.

 

Dalam usahanya mengejar kebahagiaan, Chris dan anaknya harus melewati masa-masa kesukaran. Mereka terpaksa melewatkan tidur malam mereka di halte-halte bus, kamar mandi umum, tempat2 perlindungan, dan bahkan dimanapun mereka dapat menemukan tempat untuk berteduh malam itu.

 

Yang menakjubkan, di tengah-tengah kesukaran ini, Chris tetap menjadi seorang ayah yang baik. Chris tetap menjunjung tinggi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Ia tetap meneruskan kasih dan pemeliharaannya untuk Christopher. Disaat yang bersamaan, kasih sayang dan kepercayaan dari Christopher-lah, yang memampukan Chris menghadapi setiap rintangan dan tantangan yang keduanya hadapi dalam kehidupan ini.

 

Film the Pursuit of Happyness, memang merupakan sebuah film inspirational bagi kita semua. Di jaman dimana figur seorang ayah tampak semakin dirusak oleh kesibukkan-kesibukkan yang ada, Chris Gardner memegang komitmennya untuk menjadi ayah yang baik. Di saat yang sama, film ini juga membuktikan, bahwa Happyness yang sesungguhnya dapat terus hidup ketika kasih, pemeliharaan dan kepercayaan terus tinggal di dalam hati setiap dari kita, yang memberikan dukungan satu terhadap yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s