Dari Hutan ke Nokia

Posted: Maret 26, 2007 in Artikel

SELAMA lebih dari sepuluh tahun, struktur industri Finlandia berubah secara drastis. Akhir 1990-an, perekonomian negeri ini masih mengandalkan hutan secara luas dan kemudian beralih pada sektor penting yang membuat nilai tambah tinggi untuk ekspor, yaitu industri elektronik. “Dulu kami hidup dari hutan, tetapi saat ini kami dapat menambahkan pada Nokia,” tulis Jyrki Vesikansa dari Departemen Luar Negeri Finlandia.

GLOBALISASI berperan memundurkan berbagai industri yang dulunya penting. Sebagian besar industri ini mengandalkan pasar dalam negeri, lalu beberapa menjadi barang ekspor yang baik. Adalah Nokia dan perusahaan-perusahaan cabangnya saat ini merupakan permata pada mahkota industri Finlandia.

Tak dapat disangkal, ini kemudian memancarkan cahaya, khususnya dari China. Artinya, industri telepon seluler dan elektronik bergerak ke negara-negara dengan biaya produksi yang lebih murah.

Namun, pengendalian penelitian dan pengembangan Nokia serta satelit-satelitnya tetap berpusat di Finlandia. Menarik investasi asing ke negara itu tidak mudah. Selain musim dingin yang beku dan lama, bahasa Finlandia tidak mudah dimengerti, ditambah pajak yang tinggi. Akan tetapi, semua itu diimbangi oleh reputasi penduduk Finlandia sebagai masyarakat makmur dan, bagi orang asing, negeri ini merupakan tempat yang baik untuk tinggal. Negeri ini bagai surga, penuh dengan cahaya dan keindahan alam.

Nokia sebagai suatu keunggulan merupakan hasil dari cara pandang jauh ke depan. Perusahaan aslinya adalah pelopor yang menemukan mesin penggiling bubur kayu pertama di Finlandia tahun 1865. Disusul kemudian oleh mesin penambah bubur kayu dan pembuat kertas. Pada tahun 1920-an muncul pabrik kabel dan karet terkemuka pada perusahaan ini. Tahun 1950-an chief executive officer (CEO) Björn Westerlund meramalkan, masa depan pertumbuhan beberapa sektor ini akan terbatas dan sebagai gantinya dibangun sebuah divisi elektronik di pabrik kabel Helsinki.

Sebelumnya, selama 15 tahun Nokia elektronik mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap justru terbangun keterampilan substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Kondisi ini lalu berkembang karena didukung penuh kebijakan pemerintah.

Tahun 1970-an Nokia dan pabrik pembuat televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon genggam (telepon seluler). Dan tahun 1980-an seluruh Salora terintegrasi menjadi Nokia. Pada saat yang sama Nokia memperoleh operasi jaringan telepon dari Perusahaan Telekomunikasi Pemerintah Televa. Namun, tidak semua usaha yang dilakukan Nokia menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia berjalan sukses. Tahun 1980-an perusahaan ini membeli pabrik televisi Jerman, SEL, tetapi terpaksa meninggalkannya karena tidak berjalan mulus.

Pada awal 1990-an Nokia sempat krisis, tetapi CEO yang baru, Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan pada telepon seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan Nokia menjadi nomor satu.

Pabrik-pabrik dan tempat-tempat penjualan di setiap benua dibuka. Walaupun awalnya menghadapi krisis pengadaan logistik yang sulit tahun 1995, hal itu segera dapat dipecahkan lewat penciptaan sistem operasi yang efisien. Hal ini sangat membantu perusahaan tetap untung ketika meloncati abad ke-21 seiring dengan perkembangan pasar telepon seluler global yang membingungkan serta kompetisi harga internasional yang tumbuh dengan sengit.

Pada kebangkitan Nokia, beberapa perusahaan Finlandia lainnya juga berkembang di pasar internasional. Misalnya Perlos yang memproduksi tempat telepon seluler dan subkontraktor Elcoteq. Bersama industri listrik, industri elektronik ini menguasai 28 persen total ekspor Finlandia (47,1 miliar euro).

DI samping industri elektronik, industri teknik listrik juga berakar di Finlandia sejak abad ke-19 ketika Gottfried Strömberg membuat generator dan motor listrik pertama. Perusahaan yang ia bangun saat ini secara menyeluruh dan menguntungkan menjadi bagian dari Asea Brown Boveri Group. Perusahaan-perusahaan Finlandia lainnya adalah Instru, Vaisala, dan Neles yang saat ini bagian dari Metso, telah sukses mengotomatisasi bidang industri, medis, dan teknologi metereologi.

Teknik listrik juga meliputi produksi mesin pengangkat dan Derek, dengan Kone PLC dan KCI anak perusahaannya adalah perusahaan global dan terkemuka. Kone didirikan tahun 1910 sebagai suatu bagian dari Strömberg. Dalam kepemilikan serta pengelolaan keluarga Herlin, perusahaan ini telah tumbuh menjadi salah satu dari tiga produsen terbesar mesin pengangkat (lift) di dunia.

Usaha perkayuan tetap menjadi sektor industri besar lain di Finlandia. Di sinilah kemajuan teknologi memiliki peranan yang semakin bertambah. Saat ini upah yang tinggi dan pelatihan pegawai pada pabrik kertas menempatkan mereka di depan komputer dalam sebuah ruang kontrol. Jika ada kesalahan mekanik-seperti ketika jaringan mesin kertas rusak-para teknisi cepat-cepat turun ke bengkel di lantai bawah dan berhubungan langsung dengan mesin-mesin besar.

Di sebuah pabrik bubur kayu, baik bahan mentah dan tenaga listrik digunakan secara efisien sehingga serat kayu mentah dimanfaatkan secara penuh dalam sebuah area tertutup. Malah cairan limbah dibakar untuk memproduksi listrik. Dari sana ditemukan kenyataan, pabrik bubur kayu merupakan suatu pabrik penghasil tenaga listrik karena menghasilkan lebih banyak tenaga listrik daripada yang digunakannya.

Padahal, usaha perkayuan dengan mesin menggunakan energi dalam jumlah besar. Pabrik kertas koran, misalnya, banyak memproduksi kertas yang dikembangkan secara khusus (Ahlström), termasuk produk-produk dasar kertas.

Industri hutan di negeri ini berkembang secara konstan yang mengakibatkan terjadinya konsentrasi kepemilikan. Terdapat tiga grup usaha yang bergantung pada hutan berskala global, yakni Stora Enso, UPM-Kymmene, dan Metsäliito’s M-Real. Stora Enso merupakan penggabungan antara dua grup besar perusahaan Finlandia dan Swedia. Sementara UPM hasil penggabungan antara beberapa perusahaan industri hutan Finlandia selama bertahun-tahun.

Pemegang saham utama M-Real’s adalah para pemilik hutan. Selama beberapa ratus tahun sebagian besar hutan Finlandia dimiliki oleh para petani dan keturunannya. Semua grup ini memiliki pabrik yang besar dan juga menyuplai ke luar negeri.

Perusahaan hutan yang lebih kecil termasuk sejumlah besar penggergajian kayu dan pembuat kertas juga memiliki unit teknologi otomatis yang tinggi. Tidak ada limbah yang dibuang di semua proses. Kayu-kayu gelondongan berkualitas tinggi digergaji menjadi kayu dan limbah hasil gergajian digunakan untuk membuat bubur kayu atau bilah-bilah kayu. Bidang produksi lain yang penting adalah pabrik tripleks yang sebagian besar menggunakan jenis pohon birsh. Konsultan ternama berskala global Jaakko Pöyry beroperasi di area yang relatif dekat dengan industri hutan.

Industri pengemasan juga memiliki hubungan dengan proses industri kayu seperti Huhtamäki dan produksi alat-alat makan sekali pakai. Perusahaan jenis ini juga menggunakan plastik sebagai bahan mentah. Kayu merupakan bahan mentah yang paling penting untuk furniture: pabrik furniture terbesar di Finlandia adalah Isku dan yang paling terkemuka adalah Artek yang pasar furniture-nya dibuat oleh Alvar Aalto. Industri hutan ini memiliki 25 persen dari seluruh nilai ekspor negeri ini.

INDUSTRI yang memiliki peran besar (27 persen) dalam struktur ekspor negeri ini adalah industri dan teknik metal. Industri ini memiliki sejarah yang panjang di Finlandia, tetapi gebrakan besarnya terjadi sampai pertengahan tahun 1940-an. Pada masa itu dibutuhkan perlengkapan dan alat-alat perang serta konsekuensi dari rampasan perang yang harus dibayar oleh Finlandia terhadap Uni Soviet sebagai salah satu bagian dari usaha perdamaian.

Sejak saat itu fokus utama pada pembuatan dan kemajuan pabrik yang membuat mesin-mesin kayu. Metso didirikan dari berbagai perusahaan termasuk Valmet dan Tampella yang merupakan produsen mesin kertas terkemuka di dunia saat ini. Ini adalah unit teknis yang kompleks tetapi pasarnya mengalami pasang surut. Industri teknik lainnya memproduksi mesin-mesin gergaji dan lain-lain.

Perusahaan teknik yang sudah lama berdiri, Wärtsilä, saat ini merupakan salah satu produsen mesin diesel besar terkemuka di dunia. Perusahaan ini juga memiliki bagian dalam perusahaan yang memproduksi kunci berskala internasional Assa-Abloy (kunci merek Abloy adalah penemuan orang Finlandia).

Kone baru-baru ini membangun perusahaan Partek (perusahaan khusus yang bergerak di bidang multilift). Kone juga menjual usaha traktor Valtranya kepada AGCO, perusahaan Amerika Serikat. Sejak saat itu Partek memproduksi truk merek Sisu secara besar-besaran dan alat angkut pribadi yang terbuat dari lapis baja merek Pasi. Finlandia juga membuat mobil-mobil berpenumpang.

Laporan yang ditulis Jyrki Vesikansa dari bagian informasi Departemen Luar Negeri Finlandia menyebutkan, sejak tahun 1980-an Finlandia memiliki seluruh jenis industri, seperti yang disebut di atas hingga farmasi dan kapal pemecah es. Selama ini dan peraturan negeri ini membatasi secara ketat kepemilikan asing. Selama beratus tahun sekitar 20 persen industri dimiliki oleh pemerintah.

Sekarang semuanya telah berubah. Keanggotaan Finlandia di Uni Eropa tahun 1995 telah menggeser pembatasan kepemilikan asing. Nokia, contohnya, 90 persen dimiliki oleh Yayasan Pensiunan Amerika. Bank dan perusahaan asuransi Finlandia juga telah menyerahkan saham-saham industri mereka sebagai bagian dari proses penggabungan menjadi Grup Finansial Nordik. Pemerintah telah menjual sebagian besar saham industrinya.

Pemerintah kemudian memfokuskan diri lebih banyak kepada penelitian dan pengembangan dibandingkan dengan negara-negara Barat lainnya. Pesatnya perkembangan elektronik dan industri teknologi lainnya merupakan bukti tepatnya kebijakan itu. (dmu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s