Blogger Iran kecam 300

Posted: Maret 27, 2007 in Artikel, Film

Masyarakat Iran di Amerika Serikat dan Kanada senang menggunakan media internet untuk mengajukan petisi sebagai bentuk protes.

Masalah terbaru yang membuat gerah warga Iran yang tinggal di luar negeri adalah film blockbuster Hollywood, 300.

Menurut orang-orang yang memprotes film itu, 300 adalah gambaran “tak bertanggungjawab” dan “salah” dari peradaban Persia kuno.

Film itu, yang memecahkan box office Amerika Serikat, adalah film yang kaya akan efek khusus dan bercerita tentang perjuangan sekelompok kecil tentara Sparta, kerajaan Yunani kuno, yang berusaha melawan serbuan pasukan Persia.

Film ini diangkat dari buku komik karya Frank Miller tentang pertempuran di Thermopylae pada tahun 480 Sebelum Masehi.

300 memperlihatkan raja Sparta dan 300 tentaranya melawan ratusan ribu tentara Persia pimpinan rajanya, Xerxes.

Penentangan keras

Film ini memicu kontroversi di kalangan masyarakat Iran di seluruh dunia, namun warga Iran yang tinggal di Amerika Utara mengeluarkan penentangan terkeras atas “serangan terhadap budaya dan tradisi” mereka.

Blogger Iran memulai langkah untuk menentang film itu satu minggu sebelum penayangan perdana film.

 Bukan cuma memberi gambaran yang salah tentang pertempuran, penggambaran bangsa Persia dan peradaban mereka dalam film itu sangat melenceng

Omid Memarian

Para blogger kemungkinan tersinggung dengan cara bangsa Persia digambarkan dalam film ini dan narasi pada adegan perang di Thermopylae.

Blogger Iran yang mendapat penghargaan, Omid Memarian, yang juga seorang wartawan, adalah salah satu suara yang menentang. Dia khawatir dengan apa yang dia lihat sebagai ketidakcocokan sejarah dalam cerita yang diangkat film itu.

“Bukan cuma memberi gambaran yang salah tentang pertempuran, penggambaran bangsa Persia dan peradaban mereka dalam film itu sangat melenceng.”

“Sangat disayangkan bahwa sejarah sedikit sekali diajarkan di sekolah-sekolah Amerika dan sangat mudah mempengaruhi orang awam yang tidak mengetahui fakta sejarah.”

Omid Memarian juga khawatir dengan keseimbangan cerita yang disorot dalam film.

Tentara Sparta bertarung dengan tentara Persia
Sebagian menganggap ada agenda terselubung yang anti Iran

“Jangan lupa bahwa Cyrus Agung, kakek Xerxes, adalah orang pertama yang merancang deklarasi hak asasi manusia pertama pada tahun 539 SM, yang membebaskan ratusan ribu orang Yahudi dari perbudakan di Babylonia.”

Para pejabat Iran ikut menyuarakan protes dan beberapa dari mereka melihat film ini sebagai upaya lebih luas untuk merendahkan Iran.

Javad Shamaqdari, penasehat bagi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan film itu “merusak masa lalu sejarah Iran dan menghina peradaban Iran”.

Dia menyebut film itu “perang psikologis” melawan Teheran dan rakyat Iran.

Harian Iran, Ayandeh-No, baru-baru ini menulis berita berjudul “Hollywood menyatakan perang dengan rakyat Iran”.

Masalah citra

Omid Memarian tidak heran dengan reaksi terhadap film itu karena apa yang dia sebut sebagai “liputan di media tentang Iran dan retorika anti Iran yang meningkat di Amerika Serikat”.

Raja Sparta, Leonidas, dan tentaranya di 300
Produser film mengatakan 300 adalah karya fiksi, tidak untuk dianggap serius

Produser film itu, Warner Brothers, dengan cepat menjelaskan bahwa “film ini adalah karya fiksi, yang secara longgar didasari oleh kejadian dalam sejarah”.

Pernyataan yang dikeluarkan perusahaan itu mengatakan: “Pihak studio mengembangkan film ini sepenuhnya sebagai karya fiksi dengan niat satu-satunya untuk menghibur penonton; film ini tidak berniat merendahkan suku bangsa atau budaya apa pun atau untuk membuat pernyataan politik.”

Sebagian blogger dan komentator di internet menentang petisi untuk memprotes 300 karena menurut mereka ada masalah lain yang lebih besar yang harus diperjuangkan – seperti menentang apa yang dilihat sebagai ancaman militer semakin besar terhadap Iran.

Salman Jariri, seorang blogger dalam bahasa Farsi, menerbitkan surat terbuka kepada mereka yang melakukan protes.

“Tindakan para pemimpin negara-negara dunia ketiga berdampak lebih ampuh dari produksi Hollywood terhadap persepsi barat tentang negara-negara ini,” katanya.

Serangan di Google

Seorang blogger Iran di Kanada memiliki alternatif lain dari petisi.

Pendar Yousefi, penulis blog dari Toronto, melakukan “serangan” terhadap film itu di Google.

“Serangan” ini bertujuan mengalihkan lalu lintas di internet bagi orang yang mencari artikel tentang film 300 ke situs-situs lain yang menampilkan berbagai aspek dalam budaya Iran.

Yousefi, yang kesal dengan cara bangsa Persia kuno digambarkan dalam 300, meminta agar para kartunis dan seniman Iran mengirim gambar-gambar kepadanya yang akan membantu mendidik orang tentang peradaban Persia.

Beberapa seniman sudah melakukannya dan sekitar 600 blog dan situs internet Iran sudah memasang link internet ke situs Yousefi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s