One Night With The King – Movie Review

Posted: Maret 27, 2007 in Film

ONE NIGHT WITH THE KING (2006, Gener8xion Ent.)
Genre : Drama
Starring: Tiffany Dupont, Luke Goss, John Rhys-Davies, etc.
Director: Michael O. Sajbel
Story : Stephen Blinn & Mark Andrew Olsen
Music : JAC Redford
Runtime : approx. 122 minutes

The Story
Persia, di kala raja Xerxes berkuasa. Waktu itu, Xerxes sedang merencanakan ekspansi ke Yunani demi memenuhi ambisi mendiang ayahnya, Raja Darrius. Namun, sebuah problema rumah tangga mengusik pemerintahan Xerxes. Ratu Vlashti, sudah mulai tak mau mematuhi perintah sang raja. Maka, Xerxes pun mengumumkan pada rakyatnya bahwa Persia kini tidak memiliki ratu. Xerxes pun memerintahkan pada Hagai, abdinya, agar menyeleksi beberapa puteri Persia yang dianggap bersyarat untuk menjadi pendamping Xerxes. Diantara puteri-puteri tersebut, terdapatlah Esther, keponakan dari Mordecai. Sejak awal
Esther memiliki kepribadian yang menarik dalam pengamatan Hagai.
Maka, singkat cerita, akhirnya Xerxes pun memilih Esther sebagai sang ratu Persia. Namun, diam-diam ternyata ada seseorang yang tengah menyusun rencana untuk melampiaskan dendam nenek moyangnya. Hal ini berhubungan dengan rahasia Esther, karena sebenarnya dia adalah seorang Yahudi bernama Hadassah. Lalu, apakah yang terjadi di masa lalu, yang mengakibatkan ada seseorang berusaha menghabisi semua orang Yahudi? Bagaimana pula tindakan Xerxes ketika mengetahui jati diri Esther sebenarnya?. ..

FEEL THE TOUCH OF DESTINY
Diangkat dari novel karya Mark Andrew Olsen, maka muncullah sebuah film drama kerajaan yang bisa dibilang menceritakan asal-usul nabi Esther. Tokoh Esther alias Hadassah sendiri diperankan oleh Tiffany Dupont (Cheaper by the dozen), si raja Persia, Xerxes oleh Luke Goss (Blade 2, Silverhawk). Paman Esther, Mordecai diperankan oleh John Rhys-Davies (The Medallion), plus penampilan aktor gaek, Peter O`Toole(Venus) sebagai nabi Samuel dan Omar Shariff (The 13th Warrior) sebagai Pangeran Memucan.

Film ini disutradarai oleh Michael O. Sajbel. Berbeda dengan film-film berlatar belakang kerajaan lainnya dimana hampir dihiasi dengan adegan perang kolosal, maka One Night With the King lebih menekankan pada tindak-tanduk Xerxes serta hubungannya dengan Esther. Memang, diselipkan beberapa intrik politik dalam ceritanya yang mungkin bisa membuat cerita film ini lebih variatif. Dari segi akting sendiri, boleh saya bilang biasa-biasa saja, namun untuk ukuran sebuah film indie, set design film ini cukup baik.

Dengan menawarkan sebuah cerita berbau religi, film ini rasanya bisa dijadikan alternatif tontonan lain bagi moviegoers. Selain kita bisa mengetahui sejarah serta sekelumit kehidupan nabi Esther, kita pun bisa melihat sosok raja Xerxes yang asli dan bukan khayalan seperti yang digambarkan oleh Frank Miller dalam graphic novelnya yang berjudul 300, yang juga baru saja dibuat versi layar lebarnya.
Peace
Joze

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s