The Prestige – Movie Review

Posted: Maret 27, 2007 in Film

THE PRESTIGE (2006, Warner Bros./Touchstone/ Newmarket)
Genre : Drama/Fantasy
Starring : Hugh Jackman, Christian Bale, Scarlett Johansson, etc.
director : Christopher Nolan
Screenplay: Jonathan & Christopher Nolan
Music : David Julyan
Runtime : approx. 130 minutes

The Story
Ada tiga tahapan dalam ilmu sulap, The Pledge, The Turn, & klimaksnya The Prestige. Itulah narasi pembuka film ini.
Diceritakan, adalah dua orang penyulap muda, Robert Angier & Alfred Borden yang selama ini bersahabat dan bekerja menjadi asisten pesulap handal, Milton . Adapun isteri Angier, si cantik Julia pun menjadi asisten si pesulap, lalu adapula si ahli pembuat peralatan sulap, Cutter. Namun, persahabatan ini berubah menjadi sebuah persaingan tatkala sebuah tragedi menimpa Julia dan mengakibatkan ia
tewas. Sayangnya, tragedi ini disebabkan oleh kelalaian Borden.
Maka, semenjak itu mereka berdua memulai karir sulap mereka secara terpisah. Borden pun memulai karir panggung sulapnya dibantu si ahli pembuat peralatan sulap, Fallon. Selain itu, Borden pun bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Sarah yang kemudian ia nikahi. Dari pernikahan ini, Borden pun memiliki seorang puteri bernama Jess. Nama Borden pun semakin dikenal dengan julukan panggungnya, The Professor. Hal ini tentu saja membuat Angier
berusaha untuk tampil lebih baik di panggung. Dengan nama panggung The Great Dalton, Angier pun mulai menampilkan sulapnya dengan dibantu asistennya yang cantik, Olivia Wenscombe, dan tentu saja Cutter. Toh, persaingan antara dua mantan sahabat ini semakin menjadi-jadi. Bahkan tak ayal keduanya sering menyamar untuk menyaksikan performa sulap mereka masing-masing. Klimaksnya, Angier berusaha mengorek rahasia trik sulap The Transported Man yang diciptakan oleh Borden. Hal ini menyeret Angier untuk bertemu seorang fisikawan, Tesla yang selalu didampingi oleh ajudan setianya Alley. Namun, apakah persaingan antara dua pesulap ini akan terselesaikan, karena tak disadari oleh mereka berdua bahwa mereka sudah mengesampingkan semuanya mulai dari perasaan cinta hingga arti persahabatan demi membuktikan bahwa salah seorang dari merekalah yang terhebat, lalu siapakah yang akan bertahan…

ARE YOU WATCHING CLOSELY?
Boleh dibilang film ini mempertemukan Wolverine dengan Batman, dikarenakan dua bintang utamanya Hugh Jackman & Christian Bale sudah angkat nama lewat peran sebagai dua super hero tersebut. Jackman disini berperan sebagai Robert Angier sedangkan Bale sebagai Alfred Borden. Si ahli peralatan sulap Cutter diperankan oleh Michael Caine (The Cider House Rules), sedangkan si asisten cantik Olivia Wenscombe oleh Scarlett Johansson (Lost in Translation) . Ini
merupakan kali kedua Jackman bertemu dengan Johansson setelah Scoop.
Sarah, isteri Alfred diperankan oleh Rebecca Hall, lalu si ahli sulap Tesla oleh aikon musik, David Bowie, ajudannya Alley oleh Andy Serkis (King Kong), sedangkan Piper Perabo (Coyote ugly) memerankan Julia, isteri Angier yang bernasib malang.

Film ini merupakan reuni bagi Bale dan Caine dengan sutradara Christopher Nolan setelah Batman Begins. Nolan pula yang menulis skenario film ini bersama saudaranya, Jonathan, berdasarkan novel karya Christopher Priest. Seperti biasa, Nolan selalu menekankan unsur psikologis dalam tiap tokoh utama yang ia tampilkan. Dari segi penggarapan sendiri, Nolan sedikit membawa penonton berputar putar, karena adanya beberapa adegan flashback yang ditampilkan secara berulang-ulang. Mungkin bagi Anda yang pernah menonton karya Nolan sebelumnya, Memento, sudah tidak asing dengan gaya bertutur Nolan yang unik ini, namun bagi Anda yang belum pernah menyaksikan film tersebut tak usah khawatir karena toh Nolan tidak membuat film ini se-njelimet Memento. Tata musik film ini pun sangat khas film-filmnya Nolan, yagn sekali lagi ditangani oleh David Julyan. Ini adalah kerjasama ketiga kalinya bagi Julyan dan Nolan setelah
Memento dan Insomnia. Dari segi akting sendiri, rasanya Jackman dan Bale sudah menampilkan performanya yang cukup ciamik. Boleh dibilang kita hampir bisa terbawa perasaan sehingga sedikit antipati terhadap tokoh Angier dalam film ini.

Secara keseluruhan, The Prestige, adalah sebuah film berlatar belakang sulap yang cukup menarik untuk disaksikan. Konflik antara kedua pesulap dalam film ini serta ending yang tak terduga bisa menjadi jaminan kepuasan tertentu bagi mereka yang menyaksikannya.
Sayangnya, film ini digarap agak serius sehingga mungkin cukup memerlukan konsentrasi penuh bagi kita yang menyaksikannya, toh tampilnya dua aktor yang terangkat namanya lewat peran superhero komik, tentu saja bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para moviegoers untuk menyaksikan film ini di layar lebar, so are you watching closely?

Peace
Joze

Komentar
  1. rizky mengatakan:

    Gue baru aja nonton film ini dan langsung googling. Terkesan banget. Hebat. Awalnya gue ga ngerti plotnya secara jelas, tapi abis gue liat plotnya di wikipedia, langsung deh keluar “oooh… gitu,,”
    Cerdik yah. Jadi pengen beli bukunya, tapi kan udah termasuk ‘buku jadul’, ada ga ya di Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s