Obat Batuk Berbahaya bagi Bayi!

Posted: Maret 28, 2007 in Artikel

Tahun 2005, tiga bayi usia di bawah 6 bulan meninggal setelah mengonsumsi obat batuk dan demam. Dalam 2004-2005, lebih dari 1.500 anak di bawah usia 2 tahun dirawat karena mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter.

Menurut Dr. Adam Cohen dari bagian Epidemic Intelligence Service, US Centers for Disease Control and Prevention, obat batuk dan demam dengan komposisi tertentu dapat membahayakan kesehatan bayi, bahkan bisa berakibat fatal. Sebab, ada beberapa komposisi bahan yang hanya dapat digunakan oleh anak yang berusia di atas 2 tahun.

Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, saat ini hanya merekomendasikan penggunaan obat bebas khusus obat batuk dan demam bagi anak di atas 2 tahun. Hasil penelitian menyimpulkan, anak-anak berusia kurang dari 2 tahun tidak memberikan respon baik setelah mengonsumsi obat batuk dan demam.

Obat batuk dan demam yang mengandung pseudoephedrine (pelega pernapasan) tidak pernah menunjukkan hasil efektif bila diberikan kepada anak berusia kurang dari 2 tahun. Sebaliknya, kata Dr. Michael Marcus, direktur pulmologi anak, alergi, dan imunologi dari Maimonides Infant & Children Hospital, New York, efek merugikan justru dialami anak-anak.

Beberapa kelompok profesional, termasuk American Academy of Pediatrics dan American College of Chest Physicians, memberikan beberapa peringatan dan petunjuk cara penggunaan obat bagi anak yang berusia sangat muda. Pada Juni 2006, FDA telah menghentikan produksi obat-obatan yang mengandung carbinoxamine (suatu antihistamin) karena tidak aman untuk bayi dan anak-anak.

The Combat Metamphetamine Epidemic Act of 2006, Maret tahun lalu telah melarang penjualan secara bebas obat yang memiliki kandungan pseudoephedrine. Akibatnya, banyak perusahaan menghapus kandungan pseudoephedrine pada produknya. CDC dan National Association of Medical Examiners (NAME) melakukan penelitian atas kematian tiga anak berusia di bawah 6 bulan. Anak-anak itu meninggal akibat mengonsumsi obat batuk dan demam yang dijual bebas.

Hasil autopsi dan penyelidikan tentang penggunaan obat batuk dan demam sangat mendukung penyebab kematian ketiga bayi tersebut. Ketiganya memiliki kadar pseudoephedrine sangat tinggi, yaitu 9 hingga 14 kali dari kadar yang direkomendasikan untuk anak usia 2-12 tahun. Darah dua dari tiga anak tersebut juga terdeteksi mengandung carbinoxamine.

Orangtua sebaiknya tidak memberikan sembarang obat kepada anak usia di bawah 6 bulan. Banyak obat bebas yang dijual dan ditujukan bagi bayi, perlu dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. FDA sendiri tidak mengeluarkan dosis yang direkomendasikan untuk kelompok umur tersebut. @ tok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s