Sita Sekoper Uang Ratusan Juta Rupiah

Posted: Maret 28, 2007 in Berita

JAKARTA – Mantan Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo kian sulit berkelit. Itu terjadi setelah tim penyidik menemukan tumpukan uang tunai di sebuah koper dan tiga ember cucian saat menggeledah rumah Widjanarko di Jalan Darmawangsa VIII, Jakarta Selatan.

Uang dolar dan rupiah milik tersangka kasus korupsi impor sapi fiktif itu tak sengaja ditemukan. Tim penyidik memergoki uang itu tergeletak di kamar mandi ruang tidur Widjan -sapaan akrab Widjanarko Puspoyo. Seluruh uang tersebut disita dan dibawa ke gedung Kejagung. “Nilainya ratusan juta rupiah,” kata sumber Jawa Pos yang menolak disebut namanya kemarin.

Tim penyidik menduga uang itu berasal dari korupsi lain yang disangkakan kepada Widjan. Untuk memastikan, kejaksaan sedang mencocokkan uang tersebut dengan buku rekening dan dokumen transaksi keuangan.

Widjan terancam menjadi tersangka kasus korupsi baru. Kasusnya adalah dugaan korupsi penerimaan hadiah (gratifikasi) oleh penyelenggara negara terkait pengadaan komoditas Bulog dalam kurun 2002-2005.

Plt JAM Pidana Khusus (Pidsus) Hendarman Supandji telah menandatangani surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) atas kasus korupsi tersebut. “SPDP-nya ditangani pagi ini (kemarin),” kata Hendarman di gedung Kejagung kemarin.

Dia mengatakan, dalam SPDP belum disebutkan bahwa Widjan sebagai tersangka. Tetapi, berdasar pengaduan masyarakat, pria kelahiran Jogjakarta itu merupakan pelakunya.

Menurut Hendarman, kejaksaan masih menunggu alat bukti lain atas penggeledahan lanjutan di ruang kerja Widjan di gedung Bulog dan perusahaan miliknya, Grup Adaya, di kawasan Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. “Saya belum menyimpulkan. Nanti biar alat bukti yang bicara,” tegas Hendarman.

Tim penyidik baru menemukan alat bukti berupa data transaksi keuangan dari penggeledahan di gedung Bulog dua hari lalu. Direktur Penyidikan Kejagung M. Salim menolak membeberkan detail kasus baru Widjan. Dia hanya menyebutkan, Widjan diduga menerima uang suap terkait pengadaan komoditas Bulog. “Komoditas itu bisa berupa beras, minyak goreng, atau barang lain,” kata Salim.

Hendarman menolak menjawab ketika disinggung bahwa salah satu kasus tersebut terkait imbal dagang beras dengan pengadaan pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. “Jangan memancing-mancing,” katanya.

Ditanya nilai kerugian negara, Hendarman maupun Salim menolak menjawab. Hendarman hanya menyebutkan nilai kerugiannya berlipat-lipat dibandingkan dengan kasus sapi impor fiktif Rp 11 miliar. “Nilainya cukup spektakuler,” ujarnya berkali-kali.

Tim penyidik beradu waktu menyidik kasus tersebut. Dari dokumen yang ditemukan di ruang kerja Widjan di gedung Bulog, tim penyidik memanggil dua saksi. “Para saksi itu akan kami datangi dan ditanya secepatnya,” tuturnya. Selain itu, tim penyidik segera berkoordinasi dengan otoritas keuangan untuk memblokir seluruh rekening Widjan.

Tim penggeledah kemarin mendatangi dua ruang kerja Widjan di gedung Bulog dan perusahaan Grup Adaya di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari pengamatan koran ini, seluruh hasil penggeledahan tersimpan di ruangan sebuah lantai di Gedung Bundar (Kejaksaan Agung). Barang sitaan tersebut umumnya berupa dokumen dan alat penyimpan data (hard disk dan flash disc). Untuk dokumen, tim penyidik menumpuk hingga dua meter.

Dihubungi tadi malam, pengacara Widjan, Hotma Sitompul, mengaku belum tahu soal penyitaan ratusan juta rupiah uang milik kliennya. “Saya nggak mantau. Itu urusan anak buah saya,” kata Hotma.

Hotma kembali menyesalkan proses penyitaan berbagai dokumen milik kliennya. Tim penggeledah dinilai melanggar hukum. (agm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s