Chrisye (1949 – 2007) in Memoriam

Posted: Maret 30, 2007 in Berita

Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun

Telah Berpulang Ke Rahmatullah, Chrismansyah Rahadi (Chrisye)

Tadi pagi jam 4 di Rumah Kediaman Beliau

Semoga Arwah Beliau diterima di sisinya

About Chrisye (Taken From Chrisye’s Website)
Perjalanan Karier

Berangkat dari hobby bermain musik, Chrisye yang lahir di Jakarta, 16 September 1949 ini, merintis kariernya di dunia musik dengan bergabung dalam Band SABDA NADA di tahun 1968. Sebuah band yang berdiri pada tahun 1966, dengan formasi awalnya adalah Ponco Sutowo, Gaury Nasution, Joe-Am, Eddy, Edit, Roland dan Keenan Nasution. Riwayat Sabda Nada tidak berumur panjang. Grup ini bermetamorfosis menjadi GIPSY pada tahun 1969 seiring dengan perubahan para personilnya.

GIPSY awalnya digawangi oleh Gauri Nasution (guitar), Onan (kibor), Tammy (trumpet/sax) , Keenan Nasution (drum), Chrisye (bass) dan Atut Harahap (vokalis). GIPSY menjadi salah satu band dari Jakarta yang cukup disegani dan memiliki peralatan paling mewah pada jamannya. Pengaruh musik Gypsi datang dari BLOOD, SWEAT & TEARS, PROCOL HARUM, KING CRIMSON, GENESIS serta CHICAGO (Chicago bukan zaman Peter Cetera, apalagi yang dengan David Foster. Chicago disini masih jaman sangar-sangarnya) . Mereka sempat menggelar GIPSY CONCERT di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 1970, dengan bintang tamu Mus Mualim. Di tahun 1971, formasi personil band berubah. Kali ini dengan hadirnya Adji Bandi, Lulu dan Rully Djohan. Pada tahun yang sama, GIPSY terbang ke New York dan menjadi homeband di Ramayana Restaurant selama kurang lebih satu tahun (1971-1972).

Masih di New York, Chrisye sempat bergabung dengan Band THE PRO’S dengan para personilnya adalah Broery Marantika, Dimas Wahab, Pomo, Ronnie Makasutji dan Abadi Soesman. The Pro’s juga merupakan salah satu homeband yang mengisi acara di Ramayana Restaurant.
Sekembalinya ke Indonesia, Chrisye bersama GIPSY berkolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra, membuat sebuah album rekaman. Kolaborasi ini menghasilkan album rock yang sangat luar biasa, GURUH GIPSY. Lewat album tersebut, mereka memadukan unsur-unsur tradisional gamelan Bali dan instrumen konvensional.
Selepas mengerjakan album tersebut, Chrisye memutuskan untuk bersolo karier dan menghasilkan album-album rekaman dengan materi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri maupun oleh teman-teman dekatnya. Tahun 1977, Chrisye berhasil mempopulerkan tembang “Lilin-Lilin Kecil”. Sebuah tembang karya James F. Sundah dan memenangkan Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors (LCLR). Lagu ini sempat menjadi hit kembali, ketika direkam ulang oleh Chrisye pada tahun 1992.
Berjalan dengan warna pop slow, karier Chrisye sebagai penyanyi semakin berkibar di blantika musik Indonesia. Album Badai Pasti Berlalu, Sabda Alam dan hampir semua album yang dikeluarkannya digemari dan berhasil dipasaran.

Ketika pada tahun 1986, Chrisye bereksperimen, mencoba warna musik yang agak berbeda. Hasilnya adalah album Aku Cinta Dia dan Hip Hip Hura. Album tersebut ternyata mendapat tanggapan positif, dengan terjual laris dan menjadi hit di banyak tangga terpopuler di Indonesia. Meski Chrisye sendiri merasa tidak cocok untuk membawakan lagu dengan beat (tempo) cepat, kenyataannya kedua album ini tetap mendapat respons yang baik dan berhasil memperoleh beberapa penghargaan.

Pada album selanjutnya, Kisah Cintaku, tahun 1988, Chrisye kembali kepada “warna kulitnya” yang semula. Baik pada album tersebut maupun album berikutnya, seperti Pergilah Kasih, Cintamu Telah Berlalu dan Sendiri Lagi, performance Chrisye tetap prima dan kembali meraih banyak penghargaan.

Disamping keberhasilan dalam karier sebagai penyanyi, Chrisye pernah mencoba untuk tampil di layar perak, yakni dalam film Seindah Rembulan bersama Iis Sugianto, serta sebagai bintang tamu dalam film Gita Cinta Dari SMA. Walau pernah tampil dilayar perak, Chrisye mengaku tidak pandai berakting dan bergaya, sehingga tidak jarang dalam penampilannya di televisi atau panggung, Chrisye pun tak terlalu banyak bergerak.
Satu catatan lagi dalam perjalanan karier Chrisye, video klipnya album Cintamu Telah Berlalu merupakan
Video Klip Indonesia Pertama yang ditayangkan di MTV, berikutnya Video Klip untuk album Sendiri Lagi
berhasil meraih Juara Pertama pada acara Video Musik Indonesia periode V yang diselenggarakan oleh TVRI.
Pada tahun 1996 Chrisye mengeluarkan album dengan nuansa akustik dengan tajuk album  STICHRISYE.

Dilanjutkan pada awal Desember 1997, merilis album KALA CINTA MENGGODA. Sebuah tembang yang ditulis oleh kawan lama Chrisye, Guruh Sukarno Putra. Sebuah album yang memberi sejarah baru dalam peta musik Indonesia, dengan keberhasilan video klip “Kala Cinta Menggoda” meraih penghargaan di ajang MTV Video Music Award tahun 1998 yang berlangsung di Los Angeles sebagai pemenang “MTV Video Music Award Asia Viewer’s Choice Award”.

Tahun 2000 di bulan February Konser “BADAI PASTI BERLALU” Di JICC, kedua rangkaian konser tsb merupakan konser terbesar di Indonesia.
Tahun 2001 sukses menggelar “KONSER TOUR Legendary 2001” pada tanggal 28 April – 22 Mei 2001 yang berlangsung di 14 kota besar Indonesia disertai dengan peluncuran album 2001 dengan judul yang sama. Di tahun 2002, Chrisye merilis album yang diberi titel DEKADE.

Pada tanggal 12 Juli 2003, Chrisye menggelar konser bersama aranjer Erwin Gutawa (yang juga bertindak sebagai produser) dengan tajuk yang sama dengan albumnya di JICC. Dan kali ini Chrisye benar-benar “menggoyang” Jakarta. Karena ia tak cuma berjoget di atas pentas, namun juga karena hadirnya beberapa penyanyi dan musisi untuk mengiringinya menyanyi.
Seperti: Fariz RM, A. Rafiq, Sophia Latjuba dan Arry Lasso. Lewat konsernya tersebut, salah satu single
dalam album DEKADE yang berjudul : “Seperti Yang Kau Minta”, masuk lagi dalam ajang jenjang tembang MTV AMPUH. Padahal single ini sudah pernah masuk sebelumnya.

Di bulan Oktober 2004, Chrisye melepas album SENYAWA. Sebuah album kolaborasi unik, dimana lewat album ini Chrisye mencoba “masuk” menjadi vokalis dari berbagai grup musik papan atas di tanah Air.

Sebuah kabar yang menyedihkan bagi kita semua terdengar di bulan Agustus 2005. Chrisye harus
beristirahat total dari semua kegiatan menyanyi, baik di studio maupun panggung. Chrisye di-diagnosa
mengidap penyakit Kanker Paru-Paru. Setelah menjalani Kemoterapi sebanyak enam kali di Singapura,
Alhamdulilah kesehatannya saat ini mengalami banyak kemajuan pesat. Dan yang lebih menggembirakan lagi, bahwa kanker dalam paru-parunya sudah berangsur-angsur mengecil.

Setelah hampir 1 tahun absen dari gemerlapnya panggung dan televisi, pada hari Minggu tanggal 28 Mei 2006, di stasiun TV Indosiar, Chrisye memulai debut menyanyinya kembali di depan umum. Kali ini Chrisye tampil sebagai bintang tamu dalam acara 1 Jam bersama UNGU.

Sofyari Rahman
Mahasiswa DIE FEUI 2002
Kontributor http://www.layarperak. com
Production Manager SAGA Production

Komentar
  1. WoKay mengatakan:

    Sebagai salah seorang penikmat musik Chrisye sejak kecil, dimulai dari album Guruh Gypsi dengan, Janger dll, hingga Badai Pasti Berlalu dan seterusnya. Kami sangat merasa kehilangan sekaligus berterima kasih kepada Almarhum.

    Perjalanan karir Almarhum membuktikan pada kita bahwa suatu profesi yang dijalankan dengan ‘total’ akan membuahkan hasil yang luar biasa, bahkan melebihi apa yang dibayangkan oleh pelaku itu sendiri.

    Semoga karya Almarhum akan tetap mendapat tempat tersendiri dihati penikmat musik tanah air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s