Jakarta Undercover – Movie Review

Posted: Maret 31, 2007 in Film

Jakarta Undercover
directed by Lance
velvet films – 2007

Jakarta dalam sisi lain telah dikisahkan Moammar Emka dalam bukunya, Jakarta Undercover. Melalui buku tersebut mata kita seolah dibukakan akan betapa sudah rusaknya moral segelintir orang yang hidup di bumi ciptaan Tuhan ini, karena mengandalkan nafsu sebagai hiburannya. Didalam buku tersebut, banyak dikisahkan tempat-tempat underground bagi pecinta nafsu liar dan betapa nyatanya itu.

Ketika sebuah buku investigasi tersebut diangkat menjadi sajian audio visual, sungguh yang ada dalam bayangan kita adalah betapa liar dan polosnya sajian yang akan disajikan, bahkan mungkin banyak fantasi-fantasi loar yang disajikan menurut pembaca. Namun, ketika film itu kita lihat,…sungguh merupakan film yang sangat lain dari bayangan kita ketika membaca buku tersebut.

film dibuka dengan sajian erotis dan suasana malam di klub OverLust( klub untuk gay dan lesbian ) yang penuh dengan penari erotis dengan sibuknya pengelola klub si Jefry ( christian Sugiono ) sedang mengatur dan mempersiapkan semuanya untuk memuaskan pelanggan. Seorang perempuan muda bernama Viki (Luna Maya) yang terpaksa menyamar menjadi seorang penari striptis banci di klub itu. Ia mempunyai seorang adik yang menderita autis bernama Ara (Kenshiro Arashi). Dikarenakan hanya hidup berdua saja, Viki terpaksa mengajak sang adik saat tengah bekerja. Viki sendiri mempunya sahabat seorang transeksual yang bernama Amanda (Fachri Albar). Sementara itu, disuatu sudut klub tersebut, seorang pemuda anak pejabat yang gemar berhubungan seks dengan banci bernama Haryo (Lukman Sardi), tanpa sengaja membunuh teman kencannya dengan gaya bermain seks yang liar. Haryo yang saat itu tengah bersama dengan dua orang temannya tentu saja menjadi panik dan memutuskan untuk membuang mayat tersebut. Hanya saja kemudian mereka mengetahui ternyata ada seseorang diruangan tersebut saat peristiwa terjadi, yaitu Ara yang ternyata disembunyikan Viki disebuah lemari dalam ruangan tersebut. Merasa takut identitas mereka akan terbongkar, maka mereka memutuskan untuk mencari Viki dan Ara. Pada mulanya Viki tidak mengetahui apa yang terjadi, sampai Haryo dan teman-temannya menyandera Ara. Setelah bingung memtuskan apa yang harus diperbuatnya, tanpa sengaja ia dan Ara bertemu kembali. Maka dimulailah petualangan Viki dan Ara dalam menghindari bahaya yang mencam mereka.
Skrip ‘Jakarta Undercover’ ditangani oleh Joko Anwar  yang sebelumnya sukses dengan ‘Janji Joni’ (2005) tetapi entah mengapa Joko tetap memakai gaya yang sama untuk film arahan Lance (Cinta Silver) ini. Namun, harus diakui jika Joko Anwar merupakan salah seorang penulis skenario handal dalam negeri ini, karena ia tahu benar apa yang ingin dilakukannya. Film berjalan dengan konsistensi tempo dan intensitas ketegangan yang terjaga, membuat film ini cukup berhasil sebagai sebuah thriller. Dengan memakai struktur thriller yang membutuhkan ketegangan yang konstan ini, maka bolehlah ‘Jakarta Undercover’ dianggap sebagai pioner dalam industri film Indonesia.
Penonton serasa selalu dibawa terburu-buru dan tegang dalam runtutan cerita yang disajikan. Petualangan Viki dan Ara serasa membuka mata tentang banyaknya penyimpangan- penyimpangan dalam diri manusia dan banyak hal-hal yang serasa membuka mata bahwa ‘hal tersebut’ ada di jakarta.

Secara logika cerita film ini juga tidak lemah. Viki kabur dari rumah dengan alasan yang cukup masuk akal, dia secara tidak sengaja menyebabkan bapaknya (Ray Sahetapi) yang pemarah terbunuh saat berusaha mencelakai ibu dan adiknya.Jakarta malam hari, penari-penari erotis menari di panggung. Tentu tarian erotik dan mesum. Hentakan musik, aroma alkohol dan debur asap rokok membaur menciptakan sebuah atmosfer tentang kegilaan, keliaran dunia malam. Kehidupan malam Jakarta di ruang-ruang pub, diskotik dengan segenap penghuninya selalu dicap sebagai negatif. Nyatanya tidak selalu demikian. Inilah yang agaknya digambarkan “Jakarta Undercover”. namun, lemahnya karakter Haryo tanpa adanya pengenalan latar belakang yang jelas juga  membuat penonton mungkin berpikir apakah semua anak pejabat seperti itu.. tapi peran fachri albar dalam memerankan pria transeksual sangatlah meyakinkan dan sungguh benar2 bisa mengambil simpati penonton.

>>>>>>>>>>

Banyak hal lain yang sungguh menarik dari film Jakarta Undercover, pemunculan Hanung Bramantyo( sutradara Brownies & Jomblo ) dan mario lawalatta diawal film yang berperan sebagai pelanggan klub sungguh membuat hati saya kagum. karena sangat tidak percaya Hanung bisa berakting sebagai pria seperti itu dan dengan pistol air mainannya yang banyak menyiratkan simbol klimaks. Dialog si Jefry yang menekankan bahwa show must go on, “… kalau ini gagal kalian semua kembali ke Jalanan..! ” sangat membuka pengenalan karakter bahwa mereka semua penari tersebut berasal dari jalanan, juga dialog emosinya Haryo ketika gagal mendapatkan Viki, “… Jef, aku minta loe tanggung jawab, siapin semuanya atau Loe yang gue pakai..” sangat menegaskan karakter Haryo yang sangat terobsesi dan hanya puas dengan anal seks. tetapi menurut saya karakter Haryo dan Maureen si lesbian yang dilengkapi dengan tattoo sangat berlebihan, tapi mungkin itulah sisi eksotis seorang Lance dalam menonjolkan karakter.

Permainan fokus dan blur di tiap angle-nya sangat dinamis dan membuat film ini lebih berkualitas, dan laju kamera yang dinamis sungguh membuat film ini sangat asyik untuk dinikmati, ada satu angle yang sangat menarik dan itu adalah angle favorit saya di film ini ketika Viki dan Ara duduk di salah satu sudut Museum Indonesia memandangi hasil gambar Ara yang menceritakan kejadian saat terbunuhnya banci yang memuaskan nafsu Haryo, sangat indah.

so… Jakarta Undercover merupakan film keren dengan sajian yang bener-bener berbeda.. secara keseluruhan film ini sangat Bagus dan saya setuju ketika film ini tercatat sebagai pioner dalam penyajian film yang berbeda di atmosfer perfilman Indonesia.

-Mbek-

Komentar
  1. atep mengatakan:

    TOLONG MINTA REVIEW TERBARU KIRIM KAN KE IMEAL INI
    ADA TUGAS DARI SEKOLAH SINGKAT AJA DEH
    MAKASIH

  2. mbek mengatakan:

    Sepertinya saya sdh sesuai dgn kode etik bahwa dibawahnya ada yg memnuat reverensi, tapi terimakasih atas informnya next time saya mungkin perlu ijin dulu sama yg membuat.

    Sekali lagi maaf dan salam kenal.

    Regards,

    ::AP

    wow.. review gw juga di post disini,…🙂
    loe comot mentah man ??… ok deh…
    thx,.. asal ga ngakuin itu review dari loe…
    🙂

    -mbek theDiretor-
    http://www.bisikansenja.cjb.net
    http://www.surabayascene.cjb.net

  3. lora mengatakan:

    Mas, VCD jakarta undercover kapan mau dikeluarin?? penting banget nich buat penelitian. Thanx.

  4. mbek mengatakan:

    🙂 ok bos.. salam kenal… santai saja.. sori baru bs balas.. btw.. ada kolom ga buat pergerakan film independent.. mail me donk.. stereo_logic@yahoo.com

  5. anGGia mengatakan:

    pLiZ…
    BanTu gUe nTk ngEdapETin
    dVd oR vCd J U C dUnKz…

    nTk pEnELiTian gUe niH…
    tHaNx’S bEfOrE…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s