Pepes Walahar

Posted: April 2, 2007 in Kuliner

Karawang? Walahar? Jauh sekali? Ada makanan apa? Itulah pertanyaan yang muncul di benak sebagian dari anggota milist Klub Jalansutra.

Tapi nyatanya, ketenaran pepes-pepes olahan dari warung di pinggiran bendungan Walahar dan juga sorabi (serabi) hijau produksi pak Kasim mengusik keingin-tahuan anggota Klub Jalansutra.

Perjalanan di tol Jakarta-Cikampek cukup lancar, tidak sampai satu jam rombongan sudah sampai di pintu keluar tol Karawang Timur.

Tujuan pertama siang hari itu adalah makan siang di Bendungan Walahar. Bendungan Walahar adalah bendungan yang terdapat di sungai Citarum. Dari pintu tol rombongan belok kanan dan mengambil arah menyusuri sungai Citarum.

Jalan menuju bendungan tidak cukup bersahabat, maka bagi Anda yang ingin mencoba mencicipi pepesan Walahar, disarankan untuk menggunakan kendaraan nonsedan.

Saat masuk ke area restoran pun, mobil akan melewati sebuah portal yang pas untuk satu mobil, sebelum menyeberangi sebuah jembatan tua–yang juga hanya pas untuk satu mobil saja–sampai ke parkiran warung makan yang menurut seorang rekan Jalansutra adalah warung yang paling enak di area Walahar tersebut.

Memang di sekitar bendungan Walahar banyak sekali warung-warung makan yang menjual pepesan, tapi yang direkomendasikan Klub Jalansutra adalah warung makan yang terletak diujung jembatan.

Turun dari mobil, seluruh anggota Klub Jalansutra menyerbu meja-meja yang sudah dipesan. Tak lama kemudian, pesanan makanan yang terdiri dari berbagai macam pepes: pepes jamur, pepes jambal, pepes teri, pepes peda, pepes ikan, pepes telur ikan, pepes ayam; serta hidangan bakar: ayam bakar, ikan bakar; hidangan gorengan: belut goreng, udang goreng, tempe dan tahu goreng, dan tak lupa pelengkap makan ala Sunda: lalapan, sambal tomat, sambal kecap, pete goreng dan buah.

Semua makanan di atas dimasak dengan cara yang unik, yaitu dengan menggunakan tungku tradisional. Bahan bakar yang digunakan untuk memasak adalah kayu dan serbuk gergaji. Pepesannya juga dibakar menggunakan kayu bakar yang diletakkan dibawah para-para yang sudah dipenuhi dengan pepes-pepes sesuai jenisnya.

Perlu diacungi jempol, bahwa susunan ruang makan dengan dapur diatur sedemikian rupa, yaitu diseling dengan area servis, sehingga asap yang ditimbulkan dari pembakaran tidak sampai ke area makan, sehingga area makan bebas dari asap atau bau masakan yang bercampur aduk.

Untuk makanannya sendiri, kami setuju untuk mengatakan rata-rata enak. Yang menjadi unggulan adalah pepes jamur dan udang goreng. Pepes jamur cukup unik, jamur jenis champignon utuh dibumbui dan kemudian dipepes. Sedangkan udangnya digoreng dengan tepung yang crunchy, manis rasanya. Udangnya jenis biasa, dengan ukuran sedang. Dessert nya juga unik, yaitu buah manggis yang diedarkan ke meja-meja.

Disadur dari Rubrik Jalansutra, KOMPAS

Komentar
  1. Giri mengatakan:

    Minta tolong diberikan map menuhu Pepes Walahar Karawang dari Jakarta Pintu Tol Pondok Gede Timur). Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s