Pilot-kopilot Garuda ‘berdebat’

Posted: April 2, 2007 in Berita

 

Seorang penyelidik senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi mengatakan, kesalahan manusia mungkin penyebab jatuhnya pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta yang menewaskan dua puluh satu orang.

Penyelidik KNKT Tatang Kurniadi mengatakan kepada televisi Australia, bahwa analisa rekaman kokpit menunjukkan kapten dan ko-pilot berdebat tentang kecepatan pesawat saat hampir mendarat di bandara Yogyakarta.

Pesawat Boeing itu kemudian terbakar dan sebanyak 21 orang meninggal dalam peristiwa & Maret ini.

Tatang Kurniadi mengatakan kepada televisi Australia, ko-pilot ingin berbalik bukannya mendarat.

Kedua pilot, yang sama-sama selamat dalam insiden tersebut, untuk kali pertama bertugas bersama.

Saksi mata dan korban selamat mengatakan, pesawat itu menyentuh tanah pada kecepatan tinggi sebelum keluar dari landasan pacu ke areal persawahan dan terbakar.

Perekam suara dan data penerbangan kini dianalisis di Australia.

‘Data awal’

Dalam wawancara kepada BBC, Wakil Ketua sub-komite transportasi penerbangan di Komisi KNKT, Frans Wenas menyatakan, menegaskan, penjelasan Tatang Kurniadi itu belum menjadi kesimpulan KNKT.

Wenas mengatakan: “mungkin yang dikutip dari Pak Tatang adalah berdasarkan data awal dari hasil interview”.

Wenas menambahkan, data awal itu diperoleh dari hasil interview dengan pilot dan ko-pilot. “Tapi itu belum kesimpulan,” tandas Frans Wenas.

Preliminary report (laporan awal) akan dikeluarkan pekan depan yang merangkum semua temuan, tambahnya.

“Tapi, belum analisa dan kesimpulan,” ujarnya.

Menurut Frans Wenas, laporan tersebut sudah cukup memberikan gambaran bahwa arahnya tidak jauh dari human factor (faktor manusia).

“Human factor itu menuju kepada istilah penerbangan cockpit resource management,” katanya.

Sumber: BBC Indonesia

Komentar
  1. aru mengatakan:

    Setiap jenis kecelakaan tranportasi baik darat udara ataupun laut , tentu ada kontribusi faktor yg sehingga bisa terjadi kecelakaan yaitu :

    1. Manusianya kah?
    2. Alatnya kah?
    3. Faktor Luarnya kah?
    4. Gabungan dua atau tiga faktor diatas.

    1.Seorang pengendara yg bertanggung jawab akan keselamatan misi transportasi (udara, laut, darat) maka ia dituntut memiliki “PROFESIONALISME” yang tinggi , dengan telah melalui pendidikan2, ujian2, dan pengalaman yang memadai sehingga kecil kemungkinan adanya eror2 dari faktor “manusia”
    2.Alat kerja (mobil, pesawat, kapal, KA, Motor, Bis dll) juga harus memenuhi kriteria “aman” sehingga kecil kemungkinan adanya gangguan2 selama dalam tugas transportasi.
    3.Environment atau faktor lingkup luar yang dilalui oleh alat Transport tadi juga musti baik atau memenuhi syarat untuk sebuah Transport yang sukses.

    Ketiga Faktor diatas bisa saja fluktuatif berubah karena ketiga-tiganya bukanlah faktor yang bisa dijamin 100% bebas dari perubahan.

    Nah pada kasus KECELAKAAN transportasi , sebaiknya ditelusuri faktor2 yg paling dominan berkontribusi, serta sebab2 hal itu terjadi. Sehingga bahkan bisa dipersalahkan MANAGEMEN PERUSAHAAN yang mengelola dua faktor SDM dan ALAT2 KERJA diatas.

    Faktor manusia memang yang sering di anggap (dituduh) sebagai otak dari proses terjadinya kecelakaan, karena manusialah yg mempunyai keputusan2 dalam proses transportasi.

    UNTUK ITU KITA TUNGGU HASIL YG PALING VALID DARI KNKT NANTI.
    JANGAN ASAL TEBAK2AN DARI DATA YG MASIH MINIM.

    Wasalam ww

  2. tasya mengatakan:

    sngat mngharu kan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s