Ponsel Tanpa SIM Dan Bebas Pulsa

Posted: Mei 9, 2007 in Artikel

Onno W. Purbo kebanjiran e-mail. Hampir 2.000 e-mail dari berbagai penjuru Nusantara menyesaki mailbox pakar teknologi informasi ini sejak Senin pekan lalu. Ia sampai mengeluh kewalahan menerima e-mail berkapasitas total 10,5 megabyte (MB) itu.

Mail server Onno juga terancam mati karena kelebihan beban. Apalagi, ia sudah mengirim ratusan e-mail balasan sebesar 3 GB. Untunglah, sebuah situs mau menjadi rumah (hosting) naskah balasan itu. “Jadi, sudah tak perlu e-mail ke OWP (inisial namanya —Red.), bisa tewas internet gue,” ujarnya.

Menurut Onno, banjir e-mail ini terjadi usai tampil di acara “Republik Mimpi” yang tayang di MetroTV, Ahad malam lalu. Ia menginformasikan sekilas tentang teknologi ponsel tanpa SIM card. Onno juga bertutur soal pembuatan antena pemancar wajanbolic. Penggunaan ponsel tanpa SIM card ini membuat pengguna bisa menelepon gratis.

Tentu saja info ini menarik minat banyak orang. Maklum, selama ini musykil menggunakan ponsel tanpa menyertakan SIM card. Apalagi digunakan untuk menelepon gratis. Jika ini bisa dilakukan, tentu saja akan menghemat biaya telepon. Maka, mereka pun mengirim e-mail pertanyaan bagaimana memanfaatkan teknologi ini.

Pertanyaan mereka bisa jadi mewakili puluhan juta pengguna ponsel di Indonesia. Apakah mungkin menelepon gratis dari ponsel tanpa SIM card? Ternyata memang bukan hal musykil. Menurut Onno, saat ini di Indonesia sudah beredar ponsel dan PDA (personal digital assistant) yang mendukung teknologi VoIP (voice over internet protocol) dan dibekali WiFi.

Ia menjelaskan, paduan dua fitur inilah yang memungkinkan pengguna ponsel bisa menelepon gratis bahkan tanpa mengaktifkan SIM card seluler. Syaratnya, pengguna harus berada di daerah hotspot (kawasan yang terkoneksi jaringan internet nirkabel WiFi). Kini sudah ada ribuan titik hotspot di Indonesia. “Saat ada di lokasi ini, aktifkan WiFi-nya, lalu gunakan VoIP untuk menelepon. Gratis,” ia menjelaskan.

Sepertinya mudah dan sederhana, terutama bagi yang biasa mengakses internet dari ponsel. Tapi, bagi yang terbiasa hanya menelepon dan SMS, masih banyak pertanyaan di benak. Apalagi, untuk mengaktifkan VoIP perlu dilakukan pengesetan seperti membuat profil dari access point, membuat account dari session initiated protocols (SIP), dan profil dari fitur VoIP.

Ketidaktahuan ini juga terkait dengan keterbatasan jumlah vendor ponsel dan PDA yang punya fitur VoIP dan WiFi. Di Indonesia tercatat baru ponsel Nokia seri E yang mengusung fitur tersebut. Sedangkan di kelas PDA sudah ada beberapa vendor, misalnya HP dengan iPaq-nya. “Tapi harus di-install peranti lunak SJPhone untuk Pocket PC yang bisa dicari di Google,” Onno menjelaskan.

Product Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia, Trisnawan Tjipto, membenarkan bahwa semua ponsel Nokia seri E bisa digunakan untuk VoIP dan WiFi. Namun baru dua seri E yang beredar di Indonesia, yaitu E61 dan E65. Selain itu, fitur ini juga melekat pada Nokia N80i. “Seri E61i dan E90i akan menyusul masuk Indonesia kuartal kedua ini,” kata Trisnawan.

Ia mengakui, masih banyak pengguna ponsel yang belum tahu kelebihan paduan fitur VoIP dan WiFi. Tak mengherankan, saat demo Nokia seri E di Surabaya dan Padang, banyak peserta yang keheranan dan kagum. “Mereka bilang, ternyata bisa, ya, nelepon tanpa memakai SIM card,” ujar Trisnawan.

Apalagi, ia melanjutkan, semua Nokia seri E bisa saling mengenali dan menelepon ke sesama Nokia seri E. Asal ada di dalam hotspot dan memanfaatkan teknologi SIP VoIP. Saat demo di Surabaya, ia memperlihatkan cara melakukan panggilan VoIP ke sejumlah nomor seluler GSM dan sambungan langsung internasional (SLI). Semua berhasil dilakukan tanpa memotong satu rupiah pun pulsa di ponsel. Tak mengherankan, ponsel seri ini kian diminati masyarakat. Bahkan seri E61 laris manis di pasaran.

Sayang, selain jumlah handset yang masih terbatas, harganya masih mahal untuk kantong mayoritas pengguna ponsel di Indonesia. Semua ponsel Nokia seri E masih dipatok minimal Rp 4 juta. Kendala lain, keterbatasan jangkauan jaringan. Radius WiFi hanya 30 meter hingga 100 meter. Dan belum ada BTS (pemancar) yang memungkinkan roaming antar-hotspot.

Menurut Onno, kendala jaringan ini bisa terpecahkan jika mengimplementasi teknologi WiMAX. Karena jangkauan BTS WiMAX bisa mencapai 50 kilometer. Kecepatan transfer data juga lebih cepat, mencapai 72 mbps (megabit per second). Alhasil, kualitas suara VoIP bisa makin oke.

Masalahnya, pemerintah terus menunda tender operator WiMAX. Awalnya, tender satu blok frekuensi WiMAX dijadwalkan Februari lalu. Namun akhirnya ditunda hingga pertengahan tahun depan. Alasannya, menunggu kesiapan industri komponen lokal dan penyempurnaan standardisasi WiMAX di dunia.

Meski masih terhadang beberapa kendala, baik Onno maupun Trisnawan optimistis, ponsel tanpa SIM card punya masa depan cerah. Mereka akan terus melakukan demo dan workshop di berbagai kota di Indonesia, baik bersama-sama maupun terpisah. Bulan lalu di Surabaya, mereka demo bersama. Namun, saat di Padang, Kamis lalu, Trisnawan sendirian. Sedangkan Onno akan mendemokan ponsel tanpa SIM card pada awal Mei ini di kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Jakarta.

Astari Yanuarti
[Ilmu dan Teknologi, Gatra Nomor 23 Beredar Kamis, 19 April 2007]

Komentar
  1. rivafauziah mengatakan:

    Kita tunggu saja bertelepon gratis! smpai kuping panas..

  2. lambang mengatakan:

    bagus teknologi ini…jadi kalo mau elfon gak perlu mahal
    DIJAMIN GRATIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s